
Apa Itu Split Level: Keunggulan & Bedanya dengan Mezzanine
Rumah split level sekarang ini menjadi salah satu tren hunian yang mulai digemari oleh masyarakat Indonesia. Kehadirannya dianggap sangat cerdas dalam menggunakan ruang secara maksimal, terutama jika kondisi ruangan terbatas. Namun, sebenarnya apa itu split level?
Pertanyaan di atas mungkin langsung keluar di benak Anda ketika membaca istilah ini. Bukankah sama saja dengan mezzanine? Nah, agar tidak tersesat dalam kebingungan mengenai rumah split level, maka kami sudah rangkumkan beberapa informasi penting.
Pahami apa yang dimaksud dengan split level, keunggulan, hingga bedanya dengan mezzanine dalam penjelasan berikut!
Apa itu Rumah Bergaya Split Level?

Split level merupakan area dalam rumah yang ketinggian antarlantai berbeda, namun tidak sepenuhnya terpisah seperti rumah bertingkat.
Untuk menghubungkan keduanya Anda dapat memakai tangga yang tidak terlalu tinggi. Kehadiran tangga itu pun mampu menghasilkan nuansa lebih dinamis dalam ruangan hunian Anda.
Kehadiran awal desain ini bermula di Amerika Utara ketika pertengahan abad ke-20 lalu. Penggunaan desain rumah split level saat itu disebabkan karena kawasan pinggir kota di sini punya kontur tanah berbukit.
Kemudian, ketika Perang Dunia II, desain ini semakin digemari masyarakat setempat karena dapat mengoptimalkan pemanfaatan ruang tanpa perlu membangun struktur bertingkat secara konvensional.
Alhasil, hingga sekarang desain ini bertahan dan menjadi favorit di kalangan pemilik rumah yang menginginkan desain hunian lebih unik, namun tetap fungsional.
Keunggulan Rumah Split Level

Beberapa keunggulan atau kelebihan yang akan Anda rasakan ketika menerapkan desain rumah split level minimalis atau gaya lainnya antara lain:
1. Membuat Hunian Terkesan Luas
Karena penambahan ruangan di rumah dilakukan secara vertikal, otomatis area ruangan di rumah tidak akan bertambah.
Bukan hanya karena tidak ada penambahan ruangan di permukaan, penggunaan desain ini juga membutuhkan langit-langit tinggi, sehingga ruangan akan terasa lebih lapang dan terbuka.
2. Maksimalnya Pencahayaan dan Sirkulasi Udara di Rumah
Rumah berkonsep split level akan mendapatkan pencahayaan dan sirkulasi yang optimal. Berkat bedanya tinggi lantai dan desain yang lebih terbuka, udara lebih mudah bersirkulasi di hunian Anda.
Karena penggunaan jendela juga meningkat, pencahayaan alami tentu lebih mudah masuk. Dengan begitu, Anda tidak harus selalu menyalakan lampu di ruangan ketika siang.
3. Rumah Terasa Lebih Estetik
Daripada kebanyakan desain rumah, konsep ini terbilang masih jarang diterapkan di Indonesia. Alhasil, kesan unik dan menarik akan langsung terasa ketika menyaksikannya secara langsung.
Karena adanya perbedaan level di beberapa ruangan, maka akan terlihat struktur yang dinamis dan menarik. Tidak lupa, rumah Anda juga pasti terlihat semakin berkarakter.
4. Mengatasi Masalah Karena Kontur Tanah
Apabila tanah untuk rumah Anda berkontur, jangan langsung melakukan proses perataan menggunakan alat berat. Selain membuat Anda harus mengeluarkan biaya tambahan, melakukan perataan justru bisa menghilangkan pesona rumah.
Ketika rumah dibuat menyesuaikan kontur natural tanah, maka rumah Anda akan terasa lebih menyatu dengan sekitar tanpa mengorbankan aspek lainnya.
5. Pemisah Area Publik dan Privat
Desain seperti ini memberikan Anda wewenang lebih besar untuk membagi sejumlah area hunian dengan jelas. Anda dapat membagi jadi dua kategori, yaitu privat dan publik.
Untuk area privat, seperti kamar tidur, maka letakkan di level atas. Sementara area umum, seperti ruang tamu dan ruang keluarga, bisa diletakkan di level bawahnya.
Perbedaan Split Level dengan Mezzanine

Seperti penjelasan di pembuka, beberapa dari Anda mungkin merasa tidak ada bedanya split level dengan mezzanine. Nah, untuk memberikan Anda insight, silakan cek beberapa perbedaan keduanya berikut ini:
1. Ketinggian Lantai
Ini menjadi pembeda utama keduanya. Untuk split level, ketinggiannya cukup di rentang 1,5 meteran saja, membuatnya tidak harus menambahkan struktur yang terlalu tinggi lagi.
Sementara mezzanine ketinggiannya adalah empat sampai lima meter dari lantai dasar. Lalu jaraknya ke plafon setidaknya lima meter. Dengan begitu, mezzanine lebih tinggi daripada split level.
2. Kegunaan
Setiap level di hunian split level mempunyai kegunaan yang jelas. Misalnya di level dasar adalah area ruang tamu dan ruang keluarga. Sementara level di atasnya berguna sebagai area kamar.
Di sisi lain, penggunaan mezzanine biasanya sebagai tambahan ruangan tanpa perlu membangun lantai lagi secara penuh. Ini membuat ukurannya bisa lebih kecil daripada split level. Biasanya orang memanfaatkan mezzanine untuk ruang kerja, ruang baca, atau ruang santai.
3. Penempatan
Split level dapat Anda bangun di area rumah manapun, sehingga cukup menyesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi. Sementara itu mezzanine pada umumnya dibangun di bagian tengah atau sudut ruangan utama.
4. Kapasitas dan Proporsi
Kapasitas dan proporsi pemakaian ruangan split level lebih fleksibel, karena bergantung kepada kebutuhan penghuni. Sementara mezzanine biasanya memakai sepertiga luas ruangan utama.
Setelah memahami apa itu rumah bergaya split level, Anda mungkin tertarik untuk membangunnya sebagai rumah impian. Jika iya, maka percayakanlah perancangannya kepada Dwimatra Architects yang telah berpengalaman menangani berbagai tipe hunian dan preferensi klien.
Semua kebutuhan dan imajinasi Anda mengenai rumah impian dapat kami terjemahkan secara optimal di desain nantinya. Oleh karena itu, silakan cek layanan Dwimatra Architects dan hubungi kami melalui WhatsApp untuk konsultasi mendalam mengenai apa itu split level hingga perancangannya.