
8 Cara Membuat Sirkulasi Udara Rumah Lancar
Agar hunian Anda semakin sehat dan lebih nyaman untuk ditinggali, maka penting sekali untuk memperhatikan sirkulasi udara rumah bekerja dengan maksimal. Dengan begitu, sensasi pengap dan perkembangan bakteri atau jamur di rumah dapat ditekan.
Lalu, bagaimana cara agar sirkulasi udara lancar di rumah? Nah, untungnya sekarang ada banyak sekali tips yang dapat Anda ikuti untuk mewujudkan hal ini. Mari temukan jawabannya melalui panduan yang sudah kami rangkumkan di bawah!
1. Menyiapkan Area Terbuka Hijau

Sirkulasi udara rumah yang baik dapat Anda tingkatkan dengan menambahkan area hijau di taman depan atau dalam rumah. Kehadiran tumbuhan-tumbuhan tersebut tentu saja bukan sekadar mempercantik rumah, namun turut berperan dalam menghadirkan nuansa asri, menjaga kelembapan udara, sehingga meningkatkan pasokan oksigen.
Area hijau tersebut tidak harus berbentuk taman luas dengan pepohonan besar, karena Anda dapat mendapatkan perannya melalui taman kecil atau tumbuhan-tumbuhan yang ditanam di dalam pot saja.
Agar peran area hijau ini dapat berjalan optimal, pastikan penataannya lebih tepat. Misalnya, dengan menatanya di tempat yang tidak menghalangi jalur angin dan mudah terpapar cahaya matahari.
2. Gunakan Langit-langit Tinggi (High Ceiling)

Sirkulasi di seluruh ruangan rumah dapat berjalan optimal dengan menggunakan desain langit-langit yang tinggi. Desain langit-langit tinggi bukan sekadar membuat ruangan terkesan semakin luas, namun turut berperan sebagai cara agar rumah tidak panas.
Hal ini mungkin terjadi akibat hawa panas di dalam hunian bisa segera naik ke atas dan lepas dari ventilasi. Tinggi langit-langit yang dianjurkan untuk kawasan tropis biasanya pada kisaran 2,8 hingga 3,2 meter.
3. Manfaatkan Jendela Besar di Lokasi Tertentu

Desain sirkulasi udara rumah yang efektif juga dapat Anda peroleh dengan menggunakan jendela besar. Jendela dengan ukuran jumbo ini dapat mempermudah akses masuk bagi udara segar menuju area rumah sekaligus memaksimalkan pencahayaan ruangan. Dengan begitu, Anda akan jarang merasa panas maupun pengap.
Untuk menjamin fungsi jendela dapat berjalan secara efektif, sebaiknya Anda meletakkan jendela tersebut pada area yang sering dijadikan tempat beraktivitas, seperti ruang makan, dapur, dan ruangan keluarga. Ingat, jangan memasang terlalu banyak jendela dalam sebuah sisi saja, karena berpotensi membuat ruangan terasa lebih panas.
4. Aplikasikan Ventilasi Silang

Membuat ventilasi silang pada hunian Anda ternyata mampu mengalirkan udara dengan optimal dan efisien. Penerapan konsep ini pun mudah, karena Anda cukup memasang beberapa ventilasi di sisi berlawanan.
Tapi perlu Anda ingat, pastikanlah tidak ada furnitur atau benda lainnya yang menghalangi jalur udara dari ventilasi tersebut. Dengan begitu, penggunaan listrik bisa lebih hemat karena Anda tidak butuh banyak pendingin.
5. Aplikasikan Lubang Angin

Lubang angin di area dinding rumah dapat berperan sebagai alternatif untuk melancarkan keluar masuknya udara, khususnya pada rumah berkonsep minimalis.
Material pada sirkulasi udara rumah minimalis ini mempunyai pori-pori, sehingga pergantian udara dapat terjadi tanpa harus membuat bagian dalam rumah terekspos secara gamblang.
Untungnya, sekarang desain lubang angin cukup bervariatif, sehingga desainnya dapat Anda sesuaikan dengan konsep rumah. Untuk memaksimalkan fungsinya, Anda dapat memasang lubang angin di dinding yang tidak mempunyai jendela besar.
6. Perhatikan Posisi Pintu dan Jendela

Efektivitas sirkulasi di rumah juga semakin meningkat dengan memperhatikan penataan pintu dan jendela. Anda dapat menempatkan keduanya pada tempat yang mempermudah pergerakan udara sekaligus sejalan dengan arah angin.
Lalu, usahakanlah untuk meletakkan tumbuhan hijau di sekitar jalur masuk angin, karena dapat mempermudah penyaringan polusi udara. Alhasil udara yang masuk terasa lebih segar.
7. Pasang Ventilasi Loteng

Untuk Anda yang mempunyai loteng, maka berikan juga sejumlah ventilasi di sini. Sebab, tanpa adanya ventilasi di sana, maka hawa panas dapat terjebak di loteng. Inilah yang kemudian menjadikan sirkulasi udara atap rumah dan di bawahnya tidak maksimal. Tidak heran area bawah rumah jadi terasa lebih panas.
Untuk loteng, ventilasinya dapat berwujud jendela kecil di sisinya atau lubang kecil di area atap. Dari sanalah, hawa panas dapat keluar dan menjaga suhu udara tetap maksimal.
8. Manfaatkan Exhaust Fan

Selain memperhatikan desain dan tata ruangan, Anda juga dapat menggunakan perangkat penunjang, seperti exhaust fan ini. Perangkat ini mampu mengeluarkan hawa panas, bau tak diinginkan, asap, serta uap air yang mengganggu di ruangan Anda.
Setelah beraktivitas yang memungkinkan pertumbuhan bakteri dan jamur, seperti mandi dan jamur, Anda bisa menyalakan kipas ini. Tidak perlu menunggu lama, udara di hunian Anda dapat terasa lebih segar!
Nah, dengan semua tips di atas, terlihat bahwa desain berperan penting untuk menghadirkan sirkulasi yang nyaman di hunian Anda.
Oleh karena itu, daripada menyesal kemudian karena salah desain, Anda dapat menggunakan jasa arsitek Dwimatra Architects untuk mewujudkan hunian impian dengan sirkulasi udara rumah yang tepat. Silakan cek layanan Dwimatra Architects dan hubungi kami melalui WhatsApp untuk konsultasi selengkapnya!